Silahkan beri judul sendiri :)
Tempat ini masih sama,seperti hari itu.
Tempat ini juga masih seramai hari itu.
Semua yang ada di tempat ini masih sama seperti hari itu.
Ya,seperti hari itu,Sabtu tanggal 19Februari2011.
Tapi,ada satu hal yang berbeda dari tempat ini seperti hari itu.
Dia.Hari itu dia ada bersamaku.
Hari itu kami tertawa bersama,jalan bersama,duduk di bangku ini bersama.
Hari itu,di bangku itu.
Bangku itu masih sama,tak ada yang berubah sejak hari itu.
Hanya satu yang berubah,dan lagi-lagi itu dia.
Hari itu dia disini bersamaku,duduk disini,didekatku.
Hari itu,dia menggenggam tanganku.Erat.Hatiku tenang bersamanya.
Tanpa aku sadari,itu hari terakhir kami bersama.
Aku rasa dia bukan pemain sinetron.Tapi mengapa dia pintar berakting?
Hari itu aku tak merasa dia sudah tidak ada rasa terhadapku.
Satu yang aku tau,aku tak ingin hari itu berakhir.Aku nyaman didekatnya,dan aku mau didekatnya selamanya.
Awalnya di tempat ini aku sedang curhat dengan sahabatku,aku ingin memutuskannya.
“Kenapa?”tanya sahabatku.
Kenapa?Karena dia terlalu cuek terhadapku,sangaatttt cuek.Aku tak nyaman dengannya.Tapi di tengah pembicaraan kami,dia dan teman-temannya datang mengagetkanku.Aku senang,aku bahagia melihat dia berlari menghampiriku dengan tangan terlentang seperti pesawat yang terbang,seperti anak kecil saja.Aku bahagia hari itu,sangat bahagiaaaa.Lagi-lagi hanya di hari itu.
Besoknya dia sms
->“(Menyebut namaku)”
รจ ->Apa?
->“Perasaan ngga bisa di bohongi,jujur aku mau putus,gpp?”
DEG !!Aku kecewa,kecewa!!Terus apakah kemarin adalah kenangan terindah tapi pahit yang dia persembahkan untukku?Aku ingin meluapkan semua rasa kekecewaanku.Tapi,aku memilih untuk meredamnya saja.Toh,kemarin aku memang berniat putus?Jadi aku rasa memang “Putus” adalah jalan terbaik untuk hubungan ini.
->Gpp
Kukirim sms itu,walaupun rasanya aku tak rela hubungan ini berakhir.
Beberapa hari kemudian,aku tau dari temannya kalau ternyata dia menyukai gadis lain,jauh sebelum dia menembakku.Dan ingin tau gadis itu siapa?Dia adalah temanku,walaupun aku tidak mengenalnya dengan baik.Tak dapat ku jelaskan dengan kata-kata perasaanku waktu itu.Sakit?Ya,sangat sakit.Kecewa?Dari awal aku sudah sangat kecewa.Marah?Aku sangat marah lebih dari yang orang tau!!Tapi aku lebih memilih memendam perasaan itu.
Beberapa hari setelah aku tau dia menyukai gadis lain sejak awal,dia sudah mulai PDKT di sekolah.Ingin aku hajar mukanya.Tapi aku tak melakukan apa-apa,aku tak berhak marah.Toh,kami sudah putus?!
Gara-gara kejadian itu banyak teman yang bersimpati terhadapku.Hey?Apa ini?Aku tak butuh rasa simpati kalian!Aku memang bodoh bisa ditipu cowok brengsek seperti dia.Tapi aku tak butuh rasa kasian kalian,aku tak butuh simpati kalian!Seolah kalian malah mengejekku,memperolokku!
Satu minggu kemudian.Saat proses belajar mengajar sedang terjadi di kelasku,aku mendengar temannya berkata bahwa dia dan gadis itu sudah jadian.Hatiku sakit.Tapi aku berusaha tak memperdulikannya.Aku hanya berharap semoga gadis itu bisa bahagia dengan dia,si cowok brengsek.
Entah mengapa sejak itu aku tak mau lagi menyapa gadis itu,melihatnya saja aku tak mau!
Waktu itu saat acara zikir akbar selesai,kami saling bermaaf-maafan karena sebentar lagi semua akan berpisah.Semua akan masuk di SMA yang berlainan,walaupun ada beberapa yang sekolah di SMA yang sama.
Pada saat itu aku meminta maaf hampir kepada semua orang,kenal ataupun tidak.Tapi,hanya satu yang tak aku mintai maaf.Aku rasa sudah bisa di tebak khan siapa?Ya,gadis itu.Aku meminta maaf kepada sahabatku saat kelas 8,dan waktu itu sahabatku tepat berada di sampingnya.Tapi aku tak meminta maaf kepada gadis itu.Aku hanya menatapnya sekilas dengan tatapan sinis,lalu pergi tanpa melihatnya lagi.
Tapi semua itu berubah,aku bersekolah di SMA yang sama dengannya.Ya,dan aku mulai bisa memaafkan dan menerimanya.Sekarang aku sudah tidak peduli tentang apapun di masalalu.Aku hanya akan melihat kedepan dan sekali menengok kebelakang untuk mengintropeksi diri agar hal yang sama,tidak terulang dua kali. J
***
Aku tersadar dari lamunanku.Aku tersenyum mengingat hal itu.Sabtu,19Februari2011 di tempat ini.Aku tak akan melupakan itu.Tidak akan.Kenangan yang pahit,tapi mengajarkanku tentang arti “KETEGARAN”.
Komentar
Posting Komentar