Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

Sedikit Pencerahan Dari Andi Lia Pramudya (A.L.P)

Dimana-mana cowok sama aja! Gue tau kata-kata itu, tapi gue nggak nyangka kalau kata-kata itu bener! Sekarang gue nggak bisa ngelak lagi, gue nggak bisa bilang kalau kata-kata itu salah. Toh emang gitu. Udah berapa cowok yang gue kenal, dan semua sama! Gue udah 5 kali pacaran, dan 2 kali sama cowok yang gue anggap ‘cowok baik-baik alias cowok alim’ di sekolah gue. Tapi apa? Semuanya BUAYA! Yang satunya  PLAYBOY  cap babi, terus yang satunya lagi  PLAYBOY  cap cicak. Hahaha. Lucu ya. Dimana-mana tuh cowok nggak ada yang SETIA ya? Di kasih hati malah minta jantung. Air susu dibalas air tuba! Loe pernah ngebayangin nggak? Dengan entengnya dia ngomong ke loe “ Maaf, aku nggak bisa sama kamu lagi. ” atau “ Maaf, perasaan nggak bisa dibohongi, aku udah nggak ada rasa lagi sama kamu. ” atau ini nih, alasan yang menurut gue PALING BASI sedunia “ Maaf ya, hubungan kita berakhir sampai disini. Kamu terlalu baik buat aku. ”  BULSHITT ! Loe bilang aja ada yang laen! Dasar...

PATAH HATI??? No Way !!!

Untuk yang saat ini sedang patah hati karena ditinggal sang pujaan hati… tak usah bersedih hati… mari kita simak kisah di bawah ini: Pada suatu hari, seorang gadis yang sedang putus cinta menangis di taman, saat itu datanglah seorang Filosof bertanya kepadanya: “Duhai anakku, ada apakah dengan dirimu, mengapa kamu menangis” Gadis itu kemudian menjawab: “Aku sedang bersedih, bapak…” Filosof itu kembali bertanya “Hal apa yang membuatmu demikian sedihnya?” Gadis itu kembali menjawab: “Orang yang sangat aku cintai telah meninggalkan aku, kenapa dia tega melakukan itu terhadapku… apakah kekurangan diriku, aku begitu mencintai dirinya dengan segenap hati dan jiwaku” Lalu Filosof itu tertawa sambil berkata “Duhai anakku…. Alangkah bodohnya dirimu” Gadis itu terbelalak, dirinya tak mengira orang yang dihadapinya itu mentertawakannya, kemudian si gadis berkata “Duhai bapak…. Bagaimana mungkin engkau tega mentertawakan nasibku yang malang ini? Aku tengah dirundung d...

:')

Ini adalah puisi yang dibuat sama temenku (Fhirda), tapi cukup 'nusuk' di aku, n aku rasa nggak ada salahnya dibagiin... bayangmu sulit tuk dilupakan kenapa semua terjadi? sesal kini kurasakan ini akhir? ku tak mau semua berakhir  kenangan,canda tawa,hadiah,pelukan ku rindukan itu terlalu dalam luka yg ku buat sulit bagimu tuk memaafkan ku semua kesabaran mu hanya dibayar dengan tangis dan sakit hati hari ini kau putuskan semuanya kau hilang  kau pergi ku menyesal yg kulakukan hanya bisa meminta maaf  janji kita kenangan kita  HILANG HANCUR  jauh di hati ku aku merindukanmu jauh di dalam otaku aku hanya memikirkan mu kasih :') perpisahan ini awal dari sebuah cerita panjang kita suatu hari nanti kita pasi akan menjalin suatu hubungan dalam kasih sayang dan kejujuran :'( AAAA

PRAMOEDYA ANANTA TOER

Pramoedya Ananta Toer Lahir :  Blora Jawa Tengah, 6 Februari 1925 Wafat :  Jakarta, 30 April 2006 Istri  : Maemunah Thamrin Alamat Rumah : Jalan Multi Karya II Nomor 26, Utan Kayu, Jakarta Timur Pendidikan : SD Institut Boedi Oetomo (IBO), Blora Radio Vakschool 3 selama 6 bulan, Surabaya kelas Stenografi, Chuo Shang-in satu tahun, Jakarta kelas seminar Perekonomian dan sosiologi oleh Drs. Moh. Hatta, Maruto Nitihardjo Taman Dewasa: sekolah ini ditutup oleh Jepang, 1942-1943 Sekolah Tinggi Islam:kelas Fisiologi dan Sosiologi Jakarta. Pekerjaan : Juru ketik di kantor berita Domai Jakarta 1942-1944, Instruktur Stenografi Domai, editor Japanese-Chinese War Chronicle di Domei, Reporter dan Editor di majalah Sadar Jakarta 1947, Editor di Departement Literatur Modern di Jakarta 1951-1952, Editor Rubrik dan Budaya di majalah Lentera Bintang Timur Jakarta 1952-1955, Fakultas Sastra Universitas Res Plubica (sekarang Trisakti) Jakarta 1962-1965, Akademi Jurnalistik Dr. Rivai 1...

KENANGAN KITA - Andhy Reza

Ini lagu ciptaan temennya temen saya, dan saya lumayan suka sama lagu ini :) Walaupun suara penyanyi agak 'fals' sih,hehehehe Yuk kita intip liriknya Tak sengaja kulihat HPku Kulihat semua foto kenanganmu Teringat slalu wajahmu di mataku Mengingat masa-masa lalu Kita yang indah Menetes perlahan air mataku Melihat semua fotomu dan fotoku Sejujurnya takkan kuingatkan lagi Semuanya tlah terlanjur, terbuka sayang Jangan pernah kau lupakan aku Kenangan kita Berdua yang indah Meski engkau telah dapat penggantiku Masa lalu kita tetaplah ada Kau takkan mungkin ku dapatkan lagi Karena kau telah memilih dia penggantiku Jika kau ingin mengingatkan aku Lihat HPmu Kenangannya saja Bukan maksudku Melupakanmu Aku tak ingin saja Kau benci padaku

Kebencian Bidadari

Masih belum membasuh luka kau datang lagi dengan sepenggal kisah lalu jika saja ini buku, akan kubakar dan hilang semua tapi ini kau… Ada luka yang masih bertahta disana dihati yang telah kau sakiti baik kah aku? Bodoh kah aku? Atau inikah caramu? Aku tak tau… kini mimpiku tlah terpejam menanti gelap mengais kebencian yang membuatku mengerti Mestinya kau tau hatiku tak sekuat itu kebencian ini tak bisa hilang karena sirnanya dunia aku ingin malam tuk selamanya agar wajahmu tak terlihat jelas, agar bayangmu tak tampak dariku aku tak ingin kau datangi lagi hatiku meski untuk satu waktu saja jika harus mati. Aku ingin tetap membawa kebencian ini karena inilah sayapku sayap yang akan membawaku pergi untuk melupakanmu

Dirimu

ku telusuri langkah menuju dirimu ku langkahi batas” rindu ku ke dirimu waktu demi waktu bergulir akhirnya ku tahu semuanya inilah dirimu, beginilah sifat mu yang sangat buat ku dilema apa yang ku genggam selama ini seakan – akan telah mencair lagu yang selama ini ku kumandangkan seakan – akan berhenti di simpangan bunga yang selama ini ingin ku berikan seakan – akan layu sebelum sampai tujuan kurasa inilah akhirnya perjalanan dalam mencari cinta sejati darimu semuanya adalah salah untuk mu semua adalah sia -sia ku sadar kau hanya mimpi bagiku takkan pernah jadi nyata cahaya yang ada di hatiku seakan menangis dari dirimu

GALAU HATI

Dalam segala kegalauan hatiku Dalam segala renungan panjangku Aku terpuruk dalam sepi Rasa sepi yang begitu menyiksa Rasa tercampakkan ini begitu menyakitkan Asa itu pergi entah kemana Seperti kamu yang semakin menjauh dariku Kenangan indah mengabur tertutup kabut Dan kau turut bersamanya… Menghilang perlahan namun tetap terasa Dan aku bagai daun yang berguguran tertiup angin senja Melayang-layang tak tentu rimba, Karena kau lepaskan pegangan tanganmu dariku Entah apa yang sebenarnya kau cari Aku berusaha mengerti namun tetap saja tak mengerti! Aku berusaha memahami walau kau tak berusaha ikut memahami Tak tahu apa yang harus kulakukan Tak ada lagikah aku di hatimu? Tak sama lagi kah rasamu seperti rasaku… Atau rasa kita yang dulu pernah sama sudah menghilang entah kemana…. Kusadari aku tidaklah sempurna Kusadari mungkin aku tak bisa menjadi seperti yang kau minta Sekuat apapun aku ingin memenuhinya…. Selalu kurang saja di matamu Selalu saja salah karena tak s...

Adakah orang yang peduli padaku?

Ada satu yang membuatku sedih Hatiku teriris pedih Aku ingin menangis Kenapa harus menangis Bermacam perasaan bercampur di dalam jiwa Gundah gulana mungkin itu yang kurasa Kecewa dengan semua yang tlah terjadi Apakah memang begitu Anganku melayang jauh sekali ke angkasa Pikiran berbaur dengan perasaan Sepi…….. Kenapa jadi sepi yang kurasakan Kenapa keramaian berubah jadi kesuyian Kenapa semua kawan sepertinya jadi lawan Kenapa tak ada seorangpun yang perduli Kanapa semua orang tak menghiraukanku Aku sendirian… . Terpenjara dalam kegalauan Terkurung dalam kesendirian Terperangkap di lembah tanpa tujuan Kenapa aku jadi seperti ini Padahal aku kan gak seperti ini Kegalauan telah membuntukan pikiran Telah menjauhkan dari kebenaran Kenapa perasaan ini harus ada Adakah jalan untuk ku keluar Adakah yang kan membantuku keluar dari semua ini Adakah orang yang perduli padaku?

GALAU

Galau,kacau kurasakan di setiap hari ku Saat ku tau kau pergi meninggalkan ku Hancur lebur kalbuku,luluh lantah! Saat kau berikan ku fitnah Ingin rasanya aku tertidur lelap Agar semua yang kurasakan itu lenyap Lenyap dari kehidupan ku Dari dalam jiwa seorang gadis yang merindu Kau bagaikan sebuah taman impian Yang memberikan harapan dan kenangan Tapi semua itu hanya angan,Kau tak pedulikan,kau tak hiraukan Puing-puing hati yang tlah hancur menjadi abu Kucoba membangun kembali semua itu dengan hati yang pilu Wahai angin malam bawa pergi kesedihan ku Bawa pergi kerinduan ku Dan bawa kembali kebahagian disisiku