Season With You by. Lhya


***
Author P.O.V
@Taman
“Rio! Jalan-jalan yuk!” ajak seorang gadis kecil sebut saja Shilla, dia mengajak sahabatnya, Rio.
“Ayo! Ayo!” jawab Rio kecil semangat.
Shilla P.O.V
Tiap hari aku jalan-jalan dengan Rio, sahabat terbaikku. Kami biasa bermain di taman ini. Aku senang berlari bersama Rio di sini.Tiba-tiba Rio langsung mencium pipiku.
Author P.O.V
“Hei,kau ini!” kata Shilla kecil sambil memanyunkan bibirnya.
“Rio... Aku sayang Rio.” Kata Shilla kecil.
“Rio juga sayang Shilla.” kata Rio kecil.
“Kita selalu bersama,ya. Janji lho!” kata Shilla kecil.
“Janji!” Rio kecil mengangguk mantap.
Shilla P.O.V
“Shilla!” panggil mamaku. Akupun menghampirinya.
“Ah, mama!”
“Sedang jalan-jalan dengan Rio?” tanya mamaku.
“Iya. Mama baru belanja?”
“Iya. Baru saja pulang.”
“Wah,beli apa saja?” aku dan Rio pun sibuk mengacak-acak belanjaan mama.
Author P.O.V
Ada bola yang menggelinding ke arah Shilla kecil,Rio kecil,dan mama Shilla.
“Yaah, bolanya menggekinding jauh,tuh.” Teriak anak seorang anak laki-laki. Sepertinya dia yang mempunyai bola itu.
Shilla kecil yang melihat itu pun berkata,”Nggak apa-apa,deh! Biar aku ambilkan!”
“Maaf,ya!” kata anak laki-laki tadi.
“Mama pulang duluan aja,ya! Sekalian ajak Rio,nanti Shilla nyusul. Khan rumahnya deket.” Kata Shilla kecil lalu berlari mengejar bola tadi.
Rio P.O.V
“Ayo,Rio!” ajak mama Shilla.
Tapi,entah mengapa perasaan ku tak enak. Aku pun membalikkan badan dan melihat ada mobil yang melaju kencang ke arah Shilla.
Shilla P.O.V
“Tunggu, tunggu!” teriakku sambil berlari mengejar bola yang sampai ke jalan raya itu. Tanpa aku sadari ada mobil yang sedang melaju kencang ke arahku.
Ciiiittttttt
Braaaaaaakkk
“Uhk! Sakit...”rintihku.
“Shilla! Kuatkan dirimu, Nak! Kau tidak apa-apa?!”tanya mama khawatir sambil mencoba membantu aku berdiri.
“I... iya. Kakiku agak sakit,sih.”
Tadi ada yang mendorongku,ya? Tapi siapa yang menyelamatkanku? Hah? Rio!!
Author P.O.V
Shilla kecil berlari ke tengah jalan,dia terduduk lemas melihat Rio kecil yang terkulai tak berdaya akibat tubuh kecilnya tertabrak mobil tadi.
“Ya,ampun! Rio! Tidak mungkin!” mata Shilla kecil mulai berkaca-kaca.
“Kumohon, bangunlah!” butiran bening mulai menetes dari matanya.
“Rio... Rio!!” tangisannya sudah tak dapat di bendung lagi,tangisannya pecah! Shilla kecil memeluk Rio kecil yang sudah tidak berdaya.
“Wuaahhhh!!!!!!!” Shilla kecil berteriak histeris.

Shilla P.O.V
Beberapa tahun kemudian setelah kepergian Rio...
@Rumah Sakit
“Shilla! Kenapa kau berhenti ikut terapi?!” tanya mama panik.
“Karena aku tidak bisa berjalan.” Kataku yang terduduk di kursi roda.
“Percuma saja.” Lanjutku.
“Shilla!!” teriak mama.
Ukh
Dengan mempercepat laju kursi rodaku akupun pergi dari sana. Menuju ke sebuah taman. Taman yang selalu ku kunjungi bersama Rio. Aku menggenggam erat kalung Rio.
Author P.O.V
*FlashBack On*
“Ayo,Rio!” kata Shilla kecil sambil tertawa karena Rio kecil tak bisa mengejarnya.
“Udah dong,Shill. Rio capek. Ada es krim,beli yuk!”
“Ayo!!”
Shilla dan Rio kecilpun asyik memakan es krim yang telah mereka beli.
“Rio... Aku sayang Rio.” Kata Shilla kecil.
“Rio juga sayang Shilla.” kata Rio kecil.
“Kita selalu bersama,ya. Janji lho!” kata Shilla kecil.
“Janji!” Rio kecil mengangguk mantap.
*FlashBack Off*
Shilla P.O.V
Aku mempercepat laju kursi rodaku lagi.
Rio... Maaf,Rio. Gara-gara aku,kau jadi...
Tapi celakanya ada batu,sehingga kursi rodaku pun goyah dan aku akan terjatuh.
“Ah!” teriakku.
Tetapi ada cowok yang menangkapku ketika aku akan jatuh.
“Kau tidak apa-apa?” tanyanya sambil tersenyum.
“Te... terima kasih.” Jawabku gugup.
Siapa dia? Rasanya aku pernah melihatnya...
“Kau selalu ke taman ini,ya.” Kata cowok itu.
“Namaku Riel,aku juga sering ke sini.” Katanya lagi.
Oh... pasti rombongan cowok yang sering main di sini,pikirku.
“Kakimu... kenapa?” tanya cowok itu tiba-tiba.
“Beberapa tahun yang lalu,aku mengalami kecelakaan lalu lintas.... Lalu tidak bisa jalan.” Kataku sambil tertunduk.
Kenapa... dia tanya soal kakiku?
“Hem... Apa kau kira... kau benar-benar tidak bisa jalan lagi?” kata cowok itu sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. Kulihat pipinya memerah.
Dheg!
Akupun bergegas pergi dari hadapannya.
“Ah,tunggu dulu! Ada yang jatuh!” kata Riel. Dia pun mengambilnya.
“Ah! Itu...!”
Kalung leher Rio!
“Kembalikan” teriakku.
Riel terdiam untuk beberapa detik,lalu tersenyum dan berkata,”Kalau mau,ambil saja sendiri.”
Huh! Apa...Apa-apaan dia!
Akupun berusaha merebutnya,tapi aku tak bisa!
“Kau... Kembalikan!” teriakku. Tapi Riel hanya memeletkan lidahnya.
Hosh. Hosh. Dia iblis jahat! Batinku.
“Sudah menyerah?” tanyanya.
“Mana bisa kau mengambilnya kalau kau hanya duduk terus.” Kata Riel.
Aku pun berusaha berdiri. Dia nampak terkejut melihatku bisa berdiri. Tapi...
“Ah... Ah... Kyaaa!” akupun terjatuh dan menimpanya.
“Wuahhh!” teriak kami berdua.
Bruuuk
“Aduh! Kukira kau sudah bisa jalan.” Katanya sambil memegang kepalanya yang sakit.
Akupun tak bisa menahan air mataku.
“Kenapa...” lirihku.
“Kau tidak tau apa-apa... Tapi kau jahat begini!” kataku sambil terisak.
Riel tersenyum.
“Maaf,aku menggodamu.”katanya.
“Aku melihat... Kecelakaan beberapa tahun yang lalu itu.” Katanya.
“Makanya.... Aku memikirkan keadaanmu.” Lirihnya ,pipinya kelihatan memerah.
Cowok ini.... Kenal aku dan Rio....
“Saat itu...” lirihku.
“Karena Rio,aku Cuma luka ringan... Dokter bilang aku bisa cepat sembuh kalau menjalani terapi di rumah sakit. Tapi kalau ingat Rio... Aku jadi tidak ingin berjalan lagi.” Kataku.
“Kenapa kau sangat terpaku pada Rio,sih. Dia pasti ingin melihat kau kembali ceria.” Kata Riel.
Rio....
“Oh ya,kita latihan jalan di taman ini saja. Aku akan membantumu.” Kata Riel semangat.
“Eh?! Apa?!”
“Tenang saja! Kau pasti bisa jalan lagi,kok!” kata Riel lagi sambil tersenyum.
Aneh.... Aku baru sekali ini bertemu dengannya,tapi dia memberiku semangat.
Author P.O.V
“Kita mulai besok,ya!” kata Riel semangat.
“Ah,aku...” kata Shilla gugup.
“Kenapa kamu mau repot-repot?” tanya Shilla.
“Karena aku ingin melihatmu tersenyum lagi.” Kata Riel lalu tersenyum,dia pun pergi.
Cowok aneh.... batin Shilla.
Shilla P.O.V
Keesokan harinya...
@Taman
Hari ini.... dia datang nggak,ya? Tanyaku ke diri sendiri.
“Akhirnya datang juga.” Kata seorang cowok yang membuat ku kaget. Ternyata dia Riel. Dia menungguku!
“Yuk,kita khan sudah janji. Mulai program terapi!” katanya sambil tersenyum lalu menggendongku.
Waaaaaa....Ya,ampun! Tanpa diminta mukaku langsung memerah.
Author P.O.V
“Ya. 1,2. 1,2...” kata Riel sambil memegang tangan Shilla agar tidak terjatuh.
‘Wuah,kok begini’.... batin Shilla yang malu karena mereka disaksikan banyak orang. ‘Malu-maluin banget! Semua orang melihat kami....’ batin Shilla lagi.
“Ayo,yang tekun” kata Riel sambil tersenyum.
Tanpa sengaja kaki Riel terpeleset,akhirnya mereka jatuh di sungai yang berada di taman itu.
“Kyaa!!!” teriak mereka berdua.
Byuurrr
Mereka terdiam selama 1 detik. 2 detik. 3 detik...
“Aduh! Ada ikan masuk ke dalam bajuku!” kata Riel histeris. Spontan Shilla tak dapat menahan tawanya.
“Hahahahaha! Kamu lucu banget,deh!” kata Shilla sambil tertawa.
Riel tersenyum. “Akhirnya kau tertawa juga.” Katanya.
“Eh..” Shilla menghentikan tawanya tak mengerti dengan maksud perkataan Riel.
“Kau memang lebih cantik kalau tertawa!” kata Riel sambil mengangkat jempol dan mengedipkan ssebelah matanya. Shilla tersenyum.
Shilla P.O.V
Sejak itu, kami bertemu di taman setiap hari. Riel menemaniku berjalan berjalan. Dia juga selalu mendengar ceritaku. Aku seperti kembali ke masa-masa bahagia itu,waktu Rio masih hidup.
Pada suatu hari....
“Mama,aku ke taman dulu,ya!” pamitku kepada mama.
“Shilla,akhir-akhir ini kau sering ke taman,ya?” tanya mama sambil tersenyum.
“Eh,memangnya kenapa?” Tanyaku.
“Kakimu sudah membaik. Kau juga jadi ceria lagi. Mama jadi lega. Rio yang ada di surga pasti ikut senang”
Ya,memang benar. Kakiku sudah mulai membaik,aku bahkan tak menggunakan kursi roda lagi. Sekarang aku memakai tongkat yang membantuku untuk berjalan.
“Iya.” Jawabku sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
Aku bangkit lagi sejak bertemu dia. Kelembutan Riel.... Menggugah kembali hatiku yang sempat membeku.
“Kau sudah bisa jalan sedikit-sedikit ya?” tanya Riel.
“Iya! Kalau aku sudah bisa jalan lagi,kita pergi ke tempat lain,yuk!” ajak ku semangat.
“Ah,soal itu.... Aku tidak bisa.”
Eh?
“Ke... Kenapa? Kalau kakiku sembuh kita sudah tidak bisa bertemu lagi?!” tanya ku gugup
“Maaf... Tidak bisa lebih dari ini.... “ katanya.
Begitu,ya. Aku sungguh bodoh. Kebaikannya selama ini Cuma sekedar simpati. Tidak ada perasaan khusus. Masa, aku di tinggal sendirian?
“Shilla?”
“Aku mau pulang.” Kataku lalu hendak beranjak pergi.
“Aku tidak mau ke taman lagi!” teriakku,air mataku hampir tumpah.
“Shilla!” teriaknya.
Aku.... Tidak bisa melawan perasaan ini!
“Shilla bahaya!!!!!!!”
Walaupun Riel sudah berteriak aku tidak mempedulikannya,aku tetap berlari. Tanpa aku sadari ada mobil yang melaju kencang ke arahku.
Ciiitttttttttt
Riel!
“Ukh.”
Aku datang! Akupun berlari ke arahnya.
“Riel! Kuatkan dirimu,Riel!” teriakku sambil mengguncang tubuhnya.
Tidak. Ini sama seperti waktu Rio ditabrak.
“Rielll!!!!!!!!!” teriak ku histeris sambil menangis.
Tapi tiba-tiba tangan Riel bergerak dan membentuk sebuah pistol. Dia membuatku kaget.
“Riel... Kau... Tidak apa-apa?”
“Iya,aku baik-baik saja. Cuma agak lecet,kok. Shilla,kau harus lebih berhati-hati di jalan raya.”
Ah,dia baik-baik saja.
“... Maaf... Maaf,ya.” Kataku sambil menangis.
Riel tersenyum.
Author P.O.V
@Di pinggir laut
Sekarang Shilla dan Riel sedang berjalan-jalan di pinggir laut.
“Shilla sudah pulih sekarang.” Kata Riel.
“Dokterku sampai kaget. Dia bilang,aku pulih cepat sekali. Sekarang aku bisa sekolah lagi seperti dulu. Main-main bersama teman...” kata Shilla sambil cekikikan.
“Oh,ya. Syukurlah.” Kata Riel.
“Sudah saatnya aku harus pergi.” Kata Riel lagi sambil memandang ke langit.
“Eh? Pergi kemana?” tanya Shilla.
“Ke langit.” Kata Riel sambil tersenyum.
“Ih,Riel bercanda.” Kata Shilla sambil menggembungkan mulutnya.
“Aku selalu mengawasi mu dengan cemas. Setelah aku mati... Shilla menutup pintu hati rapat-rapat.” Kata Riel.
“Itu sebabnya... Aku ingin berada di sisimu... Sampai luka hatimu sembuh.” Kata Riel lagi.
Shilla P.O.V
Riel bicara apa... Seakan-akan... batinku.
Riel memegang dan membelai pipiku.
“Maaf ya,aku tidak bisa... Menepati janji kita waktu itu.” Lirih Riel.
“Riel...”lirihku.
Tidak... kau selalu bersamaku...
*FlashBack On*
“Rio... Aku sayang Rio.” Kata Shilla kecil.
“Rio juga sayang Shilla.” kata Rio kecil.
“Kita selalu bersama,ya. Janji lho!” kata Shilla kecil.
“Janji!” Rio kecil mengangguk mantap.
*FlashBack Off*
“Rio. Apa kau Rio!” aku mulai menangis. Aku memegang tangannya yang masih membelai pipiku.
Aku rindu... Sangat ingin bertemu... Selalu berharap datangnya keajaiban... Tapi ternyata dia memang datang menemuiku. Dengan sosok seorang anak laki-laki yang telah tumbuh dewasa.
“Shilla. Meski aku tidak bersamamu... Aku akan selalu mengawasimu.” Kata Riel,eh bukan,Rio!
Ajaib,tiba-tiba Rio berubah kembali menjadi Rio kecil di hadapanku.
Rio...
“Terima kasih,Rio...” kataku sambil membelai kepala Rio keci lalu aku memeluknyal.
Kau tidak perlu khawatir lagi... Aku sayang padamu. Mulai sekarang,aku akan melangkah maju. Jadi... Awasi aku terus,ya.... Dari langit di atas sana.
Rio kecil memejamkan matanya sambil tersenyum lalu menghilang.
Aku berdiri dan melambai ke arah langit.
“Selamat tinggal Rio!!!!! Kita akan bertemu di surga nanti,tunggu aku ya!” teriakku sambil melambai-lambaikan tangan.
***
The End

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dorama DETECTIVE CONAN 2

Hmmm

Silahkan beri judul sendiri :)